3 Masjid Terindah Yang Tak Pernah Sepi Pengunjung di Sumatra Utara

3 Masjid Terindah Yang Tak Pernah Sepi Pengunjung di Sumatra Utara Banyak masjid indah di Sumatera Utara. Tidak sedikit yang populer di dunia maya karena keindahan dan keunikan arsitekturnya. Bagi kaum milenial, masjid bukan sekadar tempat beribadah, tapi juga tempat wisata yang sering dikunjungi. Berikut 3 bunga majemuk terindah yang tidak pernah sepi pengunjung di Sumatera Utara

1. Masjid Agung Kisaran

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie merupakan masjid agung yang terletak di Kabupaten Asahan, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 4 hektar, di atas tanah milik PT. Perkebunan Bakri Sumatera (BSP). Saat itu tanah tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT dan kemudian disumbangkan untuk pembangunan masjid. Pengadopsian nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan dari almarhum H. Ahmad Bakri, ayah dari Abu Rizal Bakri.  Pembangunannya memakan waktu sekitar 4 tahun, dari 2011 hingga 2015.

2. Masjid Azizi, Tanjung Pura Langkat

Berjarak sekitar 75 KM dari Medan, Ibukota Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, terdapat sebuah bangunan bersejarah dari Kesultanan Melayu Langkat. Bukti fisik kebesaran Kesultanan Melayu Langkat adalah sebuah bangunan masjid yang memiliki arsitektur bernilai tinggi yaitu masjid Azizi Tanjung Pura.

3. Masjid Raya Al Osmani Labuhan Deli Medan

Masjid Agung Al Osmani terletak di Jalan K L Yos Sudarso, Desa Pekanlabuhan, Kecamatan Medanlabuhan, Kota Medan, Sumatera Utara. Masjid cantik yang dikenal dengan Masjid Labuhan ini terletak di pinggir jalan raya yang ramai, sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Medan. Pengguna jalan yang lewat pasti akan menoleh karena warna kuning yang begitu mencolok khas melayu.

Usia 164 tahun tak menyurutkan keindahan masjid di kawasan Medan Utara ini. Masjid ini merupakan hadiah dari arsitek jerman, dan disebut sebut masjid tertua di Medan. Dalam waktu kurang lebih 3 bulan masjid ini yang awalnya berupa bangunan jayu sederhana berubah menjadi bangunan yang megah dengan elemen arsitektur yang kuat dari India, China, Timur Tengah, Eropa dan Melayu.

Di Indonesia banyak sekali masjid-masjid megah dan bagus untuk menjadi destinasi wisata religi, tetapi masjid pedesaan di Indonesia tidak kalah banyaknya. Perlu diperhatikan karena masjid-masjid didesa terpencil, banyak yang tidak layak untuk menjadi tepat beribadah bagi umat muslim didaerah terpencil. Dengan uluran tangan masyarakat dapat membantu membangun masjid-masjid didesa menjadi layak dan nyaman.